Atap Rumah

Buat rumah makin cantik dengan 20+ model & jenis atap rumah terbaik ini: ✓ minimalis ✓ klasik ✓ modern ✓ seng ✓ galvanum ✓ pelana.


Variasi atap rumah ada bermacam-macam, baik dari segi model, jenis, atau material pembentuknya.

Selain keindahan, faktor keamanan juga merupakan bagian yang diperhitungkan ketika menentukan atap rumah yang tepat, model maupun jenisnya.

Untuk itu beberapa model/jenis atap rumah berikut ini dapat membantu Anda memilih mana yang hendak diaplikasikan, berikut inspirasinya.

Atap Minimalis (Kontemporer)

model atap minimalis kontemporer
Sumber Gambar: home-designing.com

Bangunan kontemporer adalah bangunan yang didesain secara modern namun tetap mengikuti kaidah dari bangunan tradisional atau adat.

Biasanya atap model dan jenis ini cukup banyak kita lihat pada rumah-rumah minimalis.

Bangunan didesain untuk mendapatkan ruang huni sesuai dengan hal-hal mendasar dari arsitektur nusantara. Sedangkan, bentuk atapnya mengikuti kaidah arsitektur modern. Seperti halnya atap datar, atap miring di satu sisi, atau kombinasi dari keduanya.


Atap Modern

model atap rumah minimalis kontemporer
Sumber Gambar: yr-architecture.com

Atap modern dengan bentuk miring di salah satu sisi. Lalu, dalam penerapan atap modern ini diperlukan kaidah-kaidah struktural yang mendukung, misalnya dari segi penempatan talang, dan semacamnya.

Tujuannya adalah agar rumah tetap awet dan kokoh, serta mampu beradaptasi dengan iklim Indonesia yang tropis.


Atap Klasik

desain atap rumah klasik
Sumber Gambar: whitehouse51.com

Sebuah rumah klasik dapat didapatkan dari bentukan atap yang khas. Jika Anda menginginkan sebuah rumah bergaya klasik, atap bentuk pelana akan lebih cocok.

Namun atap pelana ini diarahkan ke samping sehingga akan terbentuk bidang segitiga di bagian depan.

Hal ini akan menegaskan kesan simetris. Penempatan bidang segitiga ini hanya dilakukan di area utama rumah saja, sementara sisanya bisa dibentuk dengan atap pelana memanjang atau perisai.


Atap Gaya Rumah Adat

desain atap bergaya rumah adat
Sumber Gambar: nisartmacka.com

Jika Anda suka dengan keanekaragaman nusantara, model atap rumah dapat mengambil inspirasi dari sana. Misalnya dengan mengambil atap limasan dari rumah joglo atau atap dari rumah adat lainnya.

Di Indonesia ada banyak model rumah adat yang disesuaikan dengan lokasinya masing-masing. Model atap rumah adat kebanyakan menarik dan bisa menjadi identitas dari sebuah bangunan.


Atap Joglo

model atap rumah joglo
Sumber Gambar: joglowoodenhouses.com

Rumah joglo memiliki bentuk atap yang khas, yaitu perisai bertumpuk.

Sebenarnya bentuk atap joglo ini ada bermacam-macam. Mulai dari joglo pengrawit, joglo hageng, joglo jompongan, joglo lambang sari, dan masih banyak lagi. Namun kesemua jenis atap joglo ini mengesankan kemegahan dan kemewahan yang sederhana.

Kelebihannya adalah ruangan dalam yang menjadi lebih sejuk karena ruang atapnya sangat lebar.

Kekurangannya adalah dibutuhkan material yang banyak untuk membentuk atap joglo.


Atap Pelana

Jenis atap baja ringan
Sumber Gambar: britmet.co.uk

Model atap pelana, yakni paling sederhana dan cukup sering diterapkan di Indonesia. Model ini juga fleksibel untuk bentuk rumah terkini.

Sehingga memang sering dimanfaatkan untuk rumah-rumah kecil di perumahan. Kelebihan atap bentuk pelana adalah bisa dibentuk dari material baja ringan yang cukup banayk digunakan saat ini.


Atap Pelana Modern

jenis atap rumah minimalis modern
Sumber Gambar: plansarchi.com

Pembentukan atap berjenis pelana bisa juga dimodifikasi secara modern sehingga menciptakan sebuah fasade rumah yang lebih mengikuti perkembangan zaman.

Di Indonesia sendiri, modifikasi atap pelana pernah dilakukan pada masa kolonial Belanda, yang membentuk atap jengki: atap miring dua sisi yang dibentuk dengan ketinggian berbeda.

Modifikasi lain dari atap pelana di era modern dapat dilakukan dengan maju mundur bangunan seperti contoh di atas. Selain itu, Anda juga bisa menghilangkan lebihan atap sehingga atap dengan dinding menjadi satu kesatuan yang masif.


Atap Galvalum Perisai

jenis atap minimalis galvanum
Sumber Gambar: sunshineroofingofswfl.commo

Selain bentuk pelana, penutup atap dengan material galvalum juga cocok untuk rumah berbentuk atap perisai.

Rumah dengan rangka atap galvalum perisai akan lebih terlihat rapi dan cocok untuk diterapkan di rumah perkotaan. Namun di bagian interiornya memang perlu diaplikasikan peredam suara dari bahan plafon akustik agar dapat meminimalisir bising dari luar.


Atap Galvanum Pelana

Jenis atap galvanum pelana
Sumber Gambar: koukuujinja.net

Sekilas modelnya mirip dengan atap seng. Kelebihan rangka atap maupun penutup atap galvalum adalah mudah dibentuk sesuai dengan desain rumah yang ada.

Atap pelana yang dibentuk dari galvalum akan terlihat rapi dan tidak mudah bocor. Namun kekurangannya adalah mudah menciptakan suara bising, terutama jika hujan turun.

Tips! Jika Anda ingin menggunakan penutup atap ini, pasanglah plafon yang bisa meredam suara bising agar rumah tetap nyaman dan tenang.


Atap Saddle

model atap rumah saddle
Sumber Gambar: palmharbor.com

Ini merupakan nama lain dari jenis atap pelana. Tipsnya, bentuk dengan teknik tertentu agar lebih nampak berisi dan tidak monoton.

Salah satu caranya adalah dengan membentuk atap saddle bertumpuk. Atap saddle bertumpuk sering diterapkan di perumahan-perumahan di Indonesia.

Atap ini bisa menjadi elemen desain yang sederhana dan minimalis. Apalagi jika di area depan atau teras juga dipasang atap datar sebagai pemanisnya.


Atap Datar

Jenis atap rumah datar
Sumber Gambar: acvap.org

Atap datar hadir dengan bentukan sederhana untuk rumah modern. Walau sebenarnya atap datar kurang cocok diterapkan di Indonesia, nyatanya cukup banyak bangunan modern yang menerapkan kaidah atap datar ini.

Mengapa atap datar kurang cocok di Indonesia?

Karena Indonesia memiliki iklim tropis dimana hujan dan panas akan terjadi sepanjang tahun. Maka rumah-rumahnya membutuhkan atap yang dapat memudahkan aliran air dan dapat membantu meredam panas dari luar.

Dan yang lebih cocok untuk tujuan tersebut adalah atap miring, bukan atap datar.

Walaupun demikian, atap datar bisa dimodifikasi agar tetap dapat membantu aliran air hujan, seperti dengan membentuk sudut di atap tersebut, walau sudutnya nyaris tidak tampak.


Atap Multisisi

model atap minimalis multisisi
Sumber Gambar: continentalkithomes.com

Model lain untuk membentuk sebuah atap dengan bentukan yang unik adalah atap multisisi. Biasanya atap dibentuk dari sebuah ruangan yang persegi atau persegi panjang.

Namun jika Anda memiliki sebuah ruangan segi enam atau segi delapan, hal ini dapat dijadikan pedoman pembentuk atap multisisi yang menarik.


Atap Model Tenda

model atap rumah tenda
Sumber Gambar: curbed.com

Model baru dalam dunia konstruksi bisa dimanfaatkan untuk sebuah rumah yang ingin terlihat lain daripada yang lain.

Inilah konsep atap tenda. Atap semacam ini memang jarang sekali diterapkan di Indonesia. Begitu juga luar negeri. Namun, desain ini bisa Anda jadikan referensi atap untuk gazebo rumah.


Atap Seng

gambar rumah dengan atap seng
Sumber Gambar: gslsouthern.com

Di material yang digunakan, seng merupakan material favorit di Indonesia saat ini. Atap seng dulu kerap digunakan di rumah-rumah sederhana.

Namun sebelum menggunakan jenis atap ini, Anda perlu memperhatikan lingkungan. Seringkali atap seng justru membuat ruang di bawahnya lebih panas sehingga diperlukan plafon untuk meredam panas tersebut.


Atap Genteng

Jenis atap genteng
Sumber Gambar: theventurecorner.com

Atap Genteng 1 – Keunggulannya atap jenis genteng, yakni mampu meredam panas dari luar ruangan sehingga ruang dalam akan tetap sejuk.

Hal inilah yang menjadikan genteng masih sering digunakan, walau sebenarnya sudah banyak muncul jenis lainnya.

… sayangnya.

Genteng terbilang mudah retak maupun mudah bocor bila dibanding jenis lainnya. Selain itu, genteng yang tidak dipelihara akan mudah berlumut dan berjamur.


Jenis Atap Tanah Liat
https://pixabay.com/photos/architecture-building-bungalow-1867426/

Atap Genteng 2 – Selain harganya cukup miring, atap genteng tanah liat sangat mudah ditemukan dan memiliki bentuk yang beragam.

Atap genteng tanah liat juga sangat cocok untuk rumah modern atau minimalis. Teksturnya kuat serta tahan terhadap segala cuaca.

Namun saat pemasangan, atap jenis ini cukup membutuhkan ke hati-hatian karena cukup mudah pecah atau terbelah.


Atap Baja Ringan

model atap menggunakan baja ringan
Sumber Gambar: archiexpo.com

Atap dari rangka baja ringan terbilang fleksibel. Selain bentuk pelana, rumah atap perisai juga bisa dibentuk dari rangka atap baja ringan ini.

Bentuk atap perisai ini sendiri juga cukup sering diaplikasikan di Indonesia dan cocok untuk iklim tropis. Kebanyakan rumah berukuran besar lebih sering menggunakan atap jenis perisai daripada pelana.

Atap perisai juga cocok untuk rumah mewah baik satu lantai maupun dua lantai.


Atap Beton

Jenis Atap Beton 2019
Sumber Gambar: MikesPhotos dari Pixabay.com

Berdasarkan material pembuatannya, atap beton sendiri terbuat dari campuran pasir, semen, kerikil, serta beberapa tambahan zat adiktif. 

Atap seperti ini banyak dijumpai penggunaannya sebagai atap rumah minimalis modern.

Atap beton juga memiliki daya tahan yang sangattinggi. Membuatnya tidak rentan terkena terpaan angin, walaupun sedang kencangsekalipun. Meskipun memiliki ukuran yang cukup berat, atap beton sangatdirekomendasikan bagi perumahan daerah perkotaan.


Atap Keramik

Jenis Atap Keramik
Sumber Gambar: Pixabay.com

Jenis atap rumah genteng keramik ini sangat cantik karena memiliki tampilan yang licin serta mengkilap. Banyak rumah modern bergaya minimalis yang memilih jenis atap ini.

Terbuat dari bahan tanah liat yang diberi lapisan zat pewarna bernama glatzur. Zat ini membuat warna dari genteng keramik mampu bertahan lama.

Bagaimana cara pemasangannya?

Pemasangan atap ini harus menggunakan rangka kayu dan beton serta dikaitkan dengan mur baut.


Atap Kaca

Jenis Atap Kaca
Sumber Gambar: msyranidi dari Pixabay.com

Atap kaca ini bisa Anda gunakan sebagai ventilasi sinar matahari agar masuk ke rumah.

Bisa juga disebut sebagai pencahayaan alami. Selain itu pemasangan atap kaca juga dapat berfungsi sebagai pencegah dinding terhindar dari kelembapan sehingga tidak akan terjadi jamur.

Namun yang harus diingat, bahwa atap kaca ini hanya bisa dipasang pada beberapa bagian rumah (tidak seluruhnya).

Hal ini karena jika terlalu banyak menggunakan atap kaca suhu dalam rumah mungkin akan makin panas dan kurang nyaman dihuni. Atap kaca ini sudah banyak digunakan pada rumah-rumah bergaya modern baik minimalis maupun mewah.


Atap Kayu

Atap Kayu
Sumber Gambar: RENE RAUSCHENBERGER dari Pixabay.com

Biasanya dibuat dari kayu jenis ulin atau sirap nama lainnya. Jenis kayu ulin memang banyak dimanfaatkan untuk pembuatan atap rumah pendopo, joglo atau rumah khas daerah lainnya.

Atap ini cukup kuat dan mampu bertahan lama, dan tentunya bebas karatan. Bahkan atap kayu ulin ada yang sampai bertahan hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.


Atap Ijuk

Sumber Gambar: Pixabay.com

Bagi yang tinggal di wilayah pedesaan, mungkin atap ijuk ini masih banyak ditemukan pada rumah penduduk.

Penggunaan atap ijuk ini dapat memberikan kesan alami dan klasik secara bersamaan. Atap ijuk juga dapat menambah kesan kesejukan untuk penghuni rumah itu sendiri.

Tinggal diambil kemudian dicuci dan dikeringkan lalu ditata sedemikian rupa hingga membentuk pelindung atap rumah.


Atap Jerami

Jenis Atap Jerami
Sumber Gambar: Pixabay.com

Nah untuk jenis atap yang satu ini benar-benar menampilkan khas tradisional.

Atap ini dibuat dari jerami padi yang dikeringkan kemudian ditata sedemikian rupa sehingga membentuk atap.

Keunggulan atap jenis ini mampu membuat suhu di dalam rumah dingin di siang hari namun hangat di malam hari.

Biasanya atap jenis ini bisa ditemukan di daerah pedalaman. Seperti suku dani di papua atau di Kalimantan yaitu suku dayak.


Bagaimana dengan model dan jenis atap rumah di atas?

Semua model atap dan materialnya memang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Maka dari itu penentuan desain memang perlu direncanakan dengan matang.

Semoga bermanfaat, ya!

Vannia R

a dreamer, designer, and home-decor enthusiast.

Tinggalkan komentar