Interior Rumah Lumbung dan Filosofinya

Audrey

Interior rumah lumbung adalah rumah tradisional yang dimiliki oleh suku Sasak asal Lombok. Lebih lengkapnya, nama rumah adatnya adalah Rumah Adat Bale Lumbung yang banyak memiliki nilai-nilai kehidupan. 

Sekarang, rumah lumbung 2 lantai atau satu lantai sering dijadikan sebagai penginapan estetik yang banyak dicari oleh wisatawan. Anda bisa menikmati bagaimana desain interior dari rumah lumbung, seperti berada di Lombok.

Filosofi Tentang Rumah Lumbung

Rumah Lumbung adalah rumah dari Suku Sasak yang dulunya dijadikan sebagai tempat untuk mengadakan acara-acara keagamaan. 

Terdapat perbedaan rumah lumbung milik Suku Sasak dengan penginapan rumah lumbung biasa karena Suku Sasak menambahkan bangunan pendukung. 

Bangunan pendukung tersebut adalah sambi, lumbung, dan alang. Lumbung letaknya ada di dalam kamar atau rumah, bahkan ada yang di luar ruangan. Khusus lumbung di luar ruangan memiliki diameter 3 meter sedangkan lumbung di dalam ruangan berdiameter 1.5 meter. 

Rumah lumbung kayu memiliki nilai-nilai kehidupan yang mencerminkan masyarakat Suku Sasak yaitu masyarakat yang hidup hemat, religius, menjaga keharmonisan, dan saling menghormati satu sama lain. 

Terdapat dua jenis bangunan adat tradisional yang dimiliki Suku Sasak yaitu Lumbung dan Bale dan yang sering digunakan oleh masyarakat adalah Balai atau Bale. Sama seperti penginapan, balai digunakan oleh masyarakat Lombok untuk tempat tinggal bersama keluarga. 

Lantas lumbung digunakan untuk apa? Lumbung biasanya digunakan untuk menyimpan padi atau hasil panen lainnya yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. 

Arsitektur Rumah Lumbung 

Sebelum membahas mengenai interior rumah lumbung, Anda juga perlu tahu bagaimana arsitektur dari rumah lumbung tersebut. Bale lumbung kalau dilihat dari luar memang tampak kecil dan mungil, hanya saja bagian dalamnya sangat luas. 

Baca Lainnya:   6 Ciri Desain Interior Rumah Korea Simpel dan Estetik

Sebenarnya rumah adat Suku Sasak ini sudah ada sejak abad ke-17 yang dulunya dipimpin oleh Kerajaan Karang Asem. Bahan utama pembuatan balai lumbung adalah bambu dengan ukuran 2 x 2 meter. 

Khusus rumah lumbung modern, sekarang sudah menggunakan pintu geser dan memiliki tiga buah anak tangga untuk memudahkan akses masuk. Selain itu, anak tangga tersebut juga berfungsi untuk penghubung ruangan dalam dan bagian luar. 

Termasuk salah satu rumah adat tradisional yang sangat terkenal di Indonesia karena bentuknya menarik hingga bisa menjadi inspirasi penginapan di berbagai daerah. Siapapun yang melihat rumah lumbung, pasti akan tertarik untuk tinggal di sana. 

Interior Rumah Lumbung 

Bagian dalam rumah lumbung terdiri dari 2 bagian yang digunakan untuk kamar dan dapur. Ada juga tempat penyimpanan makanan serta ampen di dalam rumah lumbung. Kalau dilihat dari luar, bentuknya memang seperti rumah panggung, hanya saja atapnya dibentuk runcing.

Atap runcing ini yang menjadi ciri khas desain rumah lumbung dan menjadi inspirasi pemilik penginapan. Adapun atap tersebut dibuat melebar dan ada yang lurus ke bawah dengan jarak berbeda-beda.

Jarak atap dengan tanah dibuat bervariasi mulai dari 1,5 hingga 2 meter dengan diameter sebesar 1.5 hingga 3 meter. Sedangkan bahan dasar pembuatan atap lumbung adalah jerami kering yang bisa disusun dengan rapat.

Hanya saja untuk beberapa penginapan ada yang menggunakan bahan lain seperti kayu agar lebih kuat. Begitu pula dengan lantai rumah lumbung yang juga dibuat dari bahan kayu sehingga tampak estetik. 

Pada bagian dalamnya, Anda bisa menambahkan kasur besar dengan lukisan untuk mempercantik ruangan. Selain itu, bisa juga meletakkan meja panjang dengan televisi sebagai hiburan. Dengan interior seperti ini membuat Anda betah berlama-lama di sana.

Baca Lainnya:   44 Tren Desain Rumah untuk Hunian Idaman

Penutup

Interior rumah lumbung harus lengkap seperti rumah pada umumnya agar penghuni bisa menghabiskan waktu dengan nyaman. Rumah lumbung bukan rumah biasa karena di dalamnya mengandung nilai kehidupan.

Penulis

Audrey