Atap Spandek

Cek informasi terkini mengenai atap spandek, seputar ⭐ harga (biasa, warna, pasir) , ⭐ karakteristik, ⭐ jenis, ⭐ kelebihan, ⭐ kekurangan, ⭐ cara pemasangan.


Atap spandek merupakan jenis atap rumah yang dibuat dari komposisi alumunium, seperti seng. Namun, tingkat rasio di dalamnya sebesar 55% lebih tinggi dibanding dengan seng yang hanya 43%.

Selain itu, atap spandek juga dilengkapi dengan bahan lain, seperti silikon yang membuatnya jadi lebih awet, ringan, dan kokoh.

Karakteristik Atap Spandek

Atap Spandek
Sumber Gambar: barkersteelbuildingsok.com

1. Bentuk Modern

Bentuknya berupa lembaran-lembaran berwarna polos dengan bentukan lekukan ringan. Tidak hanya itu, jenis atap ini juga disebut sebagai atap yang sangat modern.

2. Ketebalannya 0,3-0,5 mm

Memiliki tingkat ketebalan dari angka antara 0,30 milimeter hingga 0,50 milimeter. Ketebalannya sangat tipis dan ringan, karena tingkat ketebalannya tindak mencapai satu centimeter.

Meskipun demikian, tingkat kekuatan dan kekokohannya bagus. Manufaktur spandek juga efektif dan efisien.

3. Kuat dan Elastis

Berikutnya, atap spandek mengandung komposisi kandungan seng sebanyak 43 persen.

Lalu alumunium sebanyak 55 persen, dan silicon sebanyak 1,5 persen, serta bahan – bahan lainnya. Hal ini menjadikan atap ini menjadi lebih kuat dan elastis sehingga mudah untuk dicat agar lebih tahan lama.


Kelebihan Atap Spandek

1. Anti Pecah

Walau terbilang tipis, bukan berarti atap spandek juga anti pecah. Komposisi material yang tepat juga menjadi alasan atap ini tidak mudah pecah.

2. Varian Warna

Tersedia varian warna yang beraneka macam sehingga ini bisa menjadi sisi yang menarik untuk rumah Anda.

Varian warna atap ini cantik-cantik, seperti merah, hijau, kuning, coklat, biru dan warna lainnya.

3. Daya Tahan Baik

Jangka waktu yang digunakan berkisar hingga 20 tahun lamanya. Cocok untuk bangunan yang akan berdiri dalam jangka waktu lama, misalnya pabrik.

Alasannya karena komposisi atap spandek, yakni alumunium dan seng.

4. Pemasangan Cepat

Kelebihan lainnya yang dimiliki dari atap jenis spandek yaitu berdasarkan pemasangannya lebih efisien dan cepat.

Hal ini tergolong praktis saat digunakan dan waktu pengaplikasiannya relatif singkat. Kemudian dalam penggunaan atap ini tidak perlu menggunakan struktur yang sangat rumit.


Kekurangan Atap Spandek

1. Cukup Panas

Atap jenis ini mempunyai daya serap sinar matahari yang sangat tinggi sehingga menyebabkan panas di dalam bangunan.

Hal ini disebabkan karena ruang pada bangunan yang tertutup hanyalah sedikit sehingga membuat area didalam ruangan menjadi sangat panas.

Namun, kondisi ini cocok untuk bangunan yang berada di dataran tinggi guna menyeimbangkan kondisi alam yang relatif dingin.

2. Cukup Bising

Kekurangan lainnya yang dimiliki oleh jenis atap ini adalah karena bentuknya yang sangat tipis, terkadang menimbulkan suara yang cukup bising sekali ketika hujan.

Hal ini membuat ruangan menjadi terdengar gaduh. Supaya lebih tenang, Anda bisa menggunakan peredam atau sejenisnya di atas plafon.


Jenis Atap Spandek

Contoh Atap Spandek
Contoh Atap Spandek

1. Spandek Pasir

Sesuai dengan namanya, atap spandek ini memiliki komposisi pasir pada material dasarnya.

Adapun fungsi pasir ini sebagai pelapis alumunium guna meminimalisir kebisingan, misalnya karena suara rintik hujan.

2. Spandek Zincalume

Atap spandek jenis ini terdiri dari komposisi material alumunium (55%), seng (43,5%), dan silikon (1,5%).

Kelebihan jenis ini, yakni lebih kuat dan tahan terhadap korosi.

3. Spandek Kliplok

Bentuk atap spandek jenis ini tak jauh berbeda dengan jenis spandek lainnya. Hanya saja, pengaplikasian dan sistemnya yang lebih berbeda.

Sistem yang digunakan yakni sistem profil sambungan (fixing strap). Sistem ini membuat atap lebih kokoh.

4. Spandek Lengkung

Jenis ini bentuknya lengkung yang biasa digunakan di beberapa area, misalnya ujung kanopi.

5. Spandek Laminasi

Sebagai proteksi tambahan, atap spandek laminasi memiliki laposan tersendiri berupa lapisan foil guna meredam panas dan bising.

6. Spandek Warna

Tak jauh berbeda dengan spandek laminasi, perbedaannya hanya pada pada lapisan yang digunakan.

Jenis ini menggunakan lapisan cat guna meningkatkan daya tahan serta menambah nilai estetik. Jenis ini cocok digunakan sebagai kanopi rumah.

7. Spandek Transparan

Jenis atap ini adalah atap dengan jenis bening atau transparan. Adapun material dasar yang digunakan adalah plastik atau kaca.


Cara Pemasangan Atap Spandek

1. Terlebih Dahulu Mengukur Jarak Tumpuan

Hal pertama yang dilakukan dalam memasang atap jenis spandek adalah memperhatikan jarak antara tumpuan yang akan digunakan.

Dimana, penting sekali untuk melihat seperti apa bentuk kerangka pada bangunan yang dibangun tersebut.

Setelah itu melihat besar dan kecil spandek yang digunakan. Jarak tumpuan harus dilihat dari panjang dan pendek atap ini.

2. Mendesain Kuda-Kuda Baja Ringan Yang Digunakan

Tahapan kedua yang harus dilakukan dalam pemasangan atap jenis spandek ini adalah yaitu dengan cara menggunakan kuda-kuda pada bentuk baja ringan.

Dimana, dengan membuatnya dalam bentuk kuda-kuda, ini justru akan memperkuat struktur pada atap baja ringan agar membuat bangunan semakin kokoh dan menahan air hujan yang mengalir di atasnya.

3. Memasang Kuda – Kuda Pada Kerangka

Setelah mendesain kuda-kuda pada baja ringan tersebut, langkah selanjutnya adalah memasang kuda-kuda dalam bentuk kerangka yang mengikuti bentuk bangunan.

Pada desain tersebut proses pemasangan harus dilakukan oleh orang -orang yang tepat. Namun yang paling penting dalam tahap ini adalah jangan sampai lupa mengenakan sarung dan kacamata .

4. Memasang Reng Pada Setiap Baja

Langkah berikutnya yang harus diperhatikan dalam pemasangan atap spandek adalah dengan cara pemasangan pada setiap bajanya menggunakan reng.

Reng tersebut bertujuan untuk menjadi penutup pada atap tersebut agar bisa digunakan dengan baik.

Tentu saja harus tetap kuat, dan memiliki ukuran yang harus seimbang dengan bentuk bangunan dan rumah.

5. Pemasangan Dan Finishing Yang Rapi

Terakhir, perhatikan pemasangan pada sudut dan panjang atap dengan baik dan benar, serta harus tepat dan rapi.

Hal ini berfungsi supaya tidak memicu menimbulkan adanya kebocoran pada atap tersebut.


Harga Atap Spandek

Harga Atap Spandek
Sumber Gambar: azroof.com

1. Spandek Biasa

Kisarannya harga spandek biasa, yaknni Rp 59.000an hingga Rp 102.000an.

Tebal (mm)Harga
0,25Rp 59.000/meter
0,30Rp 63.000/meter
0,35Rp 78.000/meter
0,40Rp 88.000/meter
0,45Rp 92.000/meter
0,50Rp 102.000/meter

2. Spandek Warna

Kisaran spandek warna, yakni Rp 118.000an hingga Rp 150.000an.

Tebal (mm)Harga
0,35Rp 118.000/meter
0,40Rp 127000/meter
0,45Rp 139.000/meter
0,50Rp 150.000/meter

3. Spandek Pasir

Kisaran harga spandek pasir, yakni Rp 80.000an hingga Rp 120.000an.

Tebal (mm)Harga
0,30Rp 80.000/meter
0,35Rp 85.000/meter
0,40Rp 95.000/meter
0,45Rp 110.000/meter
0,50Rp 120.000/meter

Demikianlah informasi penting mengenai atap spandek, semoga bermanfaat!

Vannia Rie

Penulis

Vannia Rie

A dreamer, designer, dan home-decor enthusiast.

    Tinggalkan komentar